menilai film sesuai genre
buset udah lama banget ga ngisi blog, sejak skripsi dan studio akhir mengambil alih waktu, tenaga, pikiran dan duit. ya duit, dengan skripsi yang bertujuan mengambil tipologi, bayangin berapa studi kasus yang kudu dijabanin, ntar deh kita bahas yang ini sendiri.
masalah yang harus dibahas sekarang adalah cara orang menilai film. Kita semua tau kalo film itu beda-beda genrenya. ada komedi, drama, musikal, action, war, kolosal, fantasy dan seterus-seterusnya yang merupakan turunan dari genre-genre tadi. mis: drama komedi, action komedi, fantasy yang kolosal dll
nah kalo kita membandingkan bruce almighty yang menurut gw bintang lima itu dengan the sixth sense yang juga bintang lima itu secara face to face pasti ga ketemu ujungnya. entah apa yang mau kita cari dari membandingkan dua hal yang berbeda, memang pasti ada kaitannya seperti elemen-elemen film itu sendiri yang bisa dibandingkan. mis: cinematografi, score, editing dll namun sekali lagi, merating film menjadi dua, tiga, empat bintang, roeper dan ebert pun pasti memandangnya secara dedikasi film itu terhadap genrenya. maksud kasarnya, bruce almighty itu komedinya nendang atau tidak, sedangkan the sixth sense itu horornya murahan atau tidak.
membandingkan titanic dengan 300 bagi sebagian orang merupakan bahan becandaan. bagaimana mungkin, titanic sang film terlaris sepanjang masa dengan pendapatan 1,8 milyar dollar lebih, peraih lebih dari 10 oscar, bujet 200 juta dollar, disutradarai dan dibintangi leo, kate winslet dan james cameron yang terkenal itu bisa disandingkan dengan 300 film bujet 'rendah' 60 juta dollar, 'hanya' disutradarai dan dibintangi zack snyder dan gerard butler yang blom terlalu terang bintangnya. namun titanic mungkin memang bintang lima, di genre drama atau disaster.sedangkan 300??...
300 bakal cocok untuk dibahas sesuai topik ini. 300 itu film berbujet hanya 60 juta, dan hingga gw mengetik blog ini sambil membaca tulisan 'coba terus' di tutup botol nu green tea gw, 300 sudah meraih pemasukan sekitar 430 juta (dollar US, bukan rupiah)ini berarti 300 meraih pemasukan sekitar 7x lipat bujetnya. Kalo mau ngomong bujet ya, kenapa tadi dibilang seakan-akan 60 juta itu rendah. memang kok, untuk film kaya spesial effect memang harga segitu biasanya cuma buat ngupil doang. coba lihat, spider-man 3 bujet sekitar 250 juta,kingkong 207 juta, superman returns sekitar 204 juta, narnia 180 juta, bahkan riddick 120 juta wah..wah
ternyata dengan uang 60 juta, tim produksi, spesial efek, kostum, naskah film 300 tidak terus loyo. pertarungan digarap apik, cita rasa score modern namun tetap ada sentuhan musik tradisionalnya.naskah pun digarap baik serta pemain berdedikasi dengan perannya (lihat diet ketat gerard) dll. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah, snyder jelas-jelas menghidupkan frame demi frame dari komik 300 karya frank miller. visualnya dan dialog pun sangat setia dengan komiknya. melihat bagaimana kesetiaan itu bisa dibarengi hasil sebuah film yang luar biasa nampaknya 300 jadi melebihi harapan penggemar komiknya itu sendiri.
nah, sekarang bila titanic bintang lima, sixth sense bintang lima, bruce almighty bintang lima, the pianist bintang lima, the lord of the rings bintang lima. kelihatan ga, perbedaan dari mereka semua?
ya, menilai film memang harus dari genrenya. film2 di atas tadi adalah film yang berdedikasi pada genrenya dan berada di puncak dari genre tersebut dengan penampilan yang fantastis, efisien dan unik. lalu bila ada genre film yang diangkat dari komik, dan ternyata film tersebut melebihi harapan penggemar komiknya dengan suatu penampilan yang fantastis, efisien dan unik. apa tidak seharusnya kita memberi bintang lima pada 300?
pendapat yang aneh dan konyol sebenarnya sempat muncul, pada saat showbiz news metro membahas film 300 dengan komentator entah siapa (gw lupa, anggap aja mr.x) pas si alvin adam nanya berapa popcorn (bintang) yang mau dia berikan untuk film ini, dia bilang 3 out of 5. si alvin trus nanya kenapa cuma 3. si mr.x bilang, film ini hanya menghibur doang, unsur lain seperti secara sejarah kurang akurat. hua ha ha ha ha.. dalam otak gw waktu itu, mr.x ini pasti kegedean kepala pas diundang ke showbiz news, sehingga dia tiba-tiba merasa jadi orang yang tau film, dampaknya ia pun mau terkesan unik, sehingga dikira punya prinsip sendiri (persis juri-juri FFI kemarin). nah keluarlah komentar aneh bin konyol itu. kenapa??
gw selalu berusaha obyektif ngenilai film, apalagi gw juga ga terlalu kenal ama tim pembuat film 300 ini, jadi komentar-komentar ini adalah pendapat gw sebisa mungkin secara objektif. pertama 300 memang menghibur, tapi seperti gw bilang tadi dia pun sama sekali ga kedodoran di unsur lain seperti efek, score, akting, direkting, screenplay dan efisiensi bujet. yang kedua dan yang terpenting, 300 adalah film adaptasi komik, dari awal snyder selaku sutradara ingin membuat film genre ini dengan unik yaitu setia terhadap visual komiknya (layaknya sin city). nah.. naskah 300 pun akhirnya dibuat juga setia terhadap dialog2 pada komiknya. jalan cerita 300 dari awal merupakan interpretasi pribadi frank miller terhadap sejarah pertempuran thermopylae. jadi komik itu sendiri, tidak benar-benar menuangkan sejarah bulat-bulat ke dalam ceritanya. tentunya ada adegan, tokoh, dan visualisasi yang dibuat seenak udelnya frank miller. nah film 300, dibuat berdasarkan komik tersebut. jadi, sangat tidak adil dan konyol sekali bila, 300 yang jelas-jelas dari awal sudah dipublikasikan sebagai film yang diadaptasi dari komik dan bukan mengenai sejarah asli pertempuran thermopylae dinilai dari unsur sejarahnya.
ya begitulah... kalau mau adil, nilailah dari keberhasilannya menghidupkan frame2 komik itu ke layar lebar. kenapa? karena itu memang tujuan awal film itu. dan tim tersebut berhasil.. sangat berhasil malah.. jangan sampai tak ada penghargaan terhadap hal tersebut.
oh ya, snyder kabarnya mau membuat remake escape from new york, dengan bintang....gerard?? wah ha ha

Recent Comments