My Photo

Categories

Recent Comments

June 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

June 02, 2007

menilai film sesuai genre

buset udah lama banget ga ngisi blog, sejak skripsi dan studio akhir mengambil alih waktu, tenaga, pikiran dan duit. ya duit, dengan skripsi yang bertujuan mengambil tipologi, bayangin berapa studi kasus yang kudu dijabanin, ntar deh kita bahas yang ini sendiri.

masalah yang harus dibahas sekarang adalah cara orang menilai film. Kita semua tau kalo film itu beda-beda genrenya. ada komedi, drama, musikal, action, war, kolosal, fantasy dan seterus-seterusnya yang merupakan turunan dari genre-genre tadi. mis: drama komedi, action komedi, fantasy yang kolosal dll

nah kalo kita membandingkan bruce almighty yang menurut gw bintang lima itu dengan the sixth sense yang juga bintang lima itu secara face to face pasti ga ketemu ujungnya. entah apa yang mau kita cari dari membandingkan dua hal yang berbeda, memang pasti ada kaitannya seperti elemen-elemen film itu sendiri yang bisa dibandingkan. mis: cinematografi, score, editing dll namun sekali lagi, merating film menjadi dua, tiga, empat bintang, roeper dan ebert pun pasti memandangnya secara dedikasi film itu terhadap genrenya. maksud kasarnya, bruce almighty itu komedinya nendang atau tidak, sedangkan the sixth sense itu horornya murahan atau tidak.

membandingkan titanic dengan 300 bagi sebagian orang merupakan bahan becandaan. bagaimana mungkin, titanic sang film terlaris sepanjang masa dengan pendapatan 1,8 milyar dollar lebih, peraih lebih dari 10 oscar, bujet 200 juta dollar, disutradarai dan dibintangi leo, kate winslet dan james cameron yang terkenal itu bisa disandingkan dengan 300 film bujet 'rendah' 60 juta dollar, 'hanya' disutradarai dan dibintangi zack snyder dan gerard butler yang blom terlalu terang bintangnya. namun titanic mungkin memang bintang lima, di genre drama atau disaster.sedangkan 300??...

300 bakal cocok untuk dibahas sesuai topik ini. 300 itu film berbujet hanya 60 juta, dan hingga gw mengetik blog ini sambil membaca tulisan 'coba terus' di tutup botol nu green tea gw, 300 sudah meraih pemasukan sekitar 430 juta (dollar US, bukan rupiah)ini berarti 300 meraih pemasukan sekitar 7x lipat bujetnya. Kalo mau ngomong bujet ya, kenapa tadi dibilang seakan-akan 60 juta itu rendah. memang kok, untuk film kaya spesial effect memang harga segitu biasanya cuma buat ngupil doang. coba lihat, spider-man 3 bujet sekitar 250 juta,kingkong 207 juta, superman returns sekitar 204 juta, narnia 180 juta, bahkan riddick 120 juta wah..wah

ternyata dengan uang 60 juta, tim produksi, spesial efek, kostum, naskah film 300 tidak terus loyo. pertarungan digarap apik, cita rasa score modern namun tetap ada sentuhan musik tradisionalnya.naskah pun digarap baik serta pemain berdedikasi dengan perannya (lihat diet ketat gerard) dll. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah, snyder jelas-jelas menghidupkan frame demi frame dari komik 300 karya frank miller. visualnya dan dialog pun sangat setia dengan komiknya. melihat bagaimana kesetiaan itu bisa dibarengi hasil sebuah film yang luar biasa nampaknya 300 jadi melebihi harapan penggemar komiknya itu sendiri.

nah, sekarang bila titanic bintang lima, sixth sense bintang lima, bruce almighty bintang lima, the pianist bintang lima, the lord of the rings bintang lima. kelihatan ga, perbedaan dari mereka semua?

ya, menilai film memang harus dari genrenya. film2 di atas tadi adalah film yang berdedikasi pada genrenya dan berada di puncak dari genre tersebut dengan penampilan yang fantastis, efisien dan unik. lalu bila ada genre film yang diangkat dari komik, dan ternyata film tersebut melebihi harapan penggemar komiknya dengan suatu penampilan yang fantastis, efisien dan unik. apa tidak seharusnya kita memberi bintang lima pada 300?

pendapat yang aneh dan konyol sebenarnya sempat muncul, pada saat showbiz news metro membahas film 300 dengan komentator entah siapa (gw lupa, anggap aja mr.x) pas si alvin adam nanya berapa popcorn (bintang) yang mau dia berikan untuk film ini, dia bilang 3 out of 5. si alvin trus nanya kenapa cuma 3. si mr.x bilang, film ini hanya menghibur doang, unsur lain seperti secara sejarah kurang akurat. hua ha ha ha ha.. dalam otak gw waktu itu, mr.x ini pasti kegedean kepala pas diundang ke showbiz news, sehingga dia tiba-tiba merasa jadi orang yang tau film, dampaknya ia pun mau terkesan unik, sehingga dikira punya prinsip sendiri (persis juri-juri FFI kemarin). nah keluarlah komentar aneh bin konyol itu. kenapa??

gw selalu berusaha obyektif ngenilai film, apalagi gw juga ga terlalu kenal ama tim pembuat film 300 ini, jadi komentar-komentar ini adalah pendapat gw sebisa mungkin secara objektif. pertama 300 memang menghibur, tapi seperti gw bilang tadi dia pun sama sekali ga kedodoran di unsur lain seperti efek, score, akting, direkting, screenplay dan efisiensi bujet. yang kedua dan yang terpenting, 300 adalah film adaptasi komik, dari awal snyder selaku sutradara ingin membuat film genre ini dengan unik yaitu setia terhadap visual komiknya (layaknya sin city). nah.. naskah 300 pun akhirnya dibuat juga setia terhadap dialog2 pada komiknya. jalan cerita 300 dari awal merupakan interpretasi pribadi frank miller terhadap sejarah pertempuran thermopylae. jadi komik itu sendiri, tidak benar-benar menuangkan sejarah bulat-bulat ke dalam ceritanya. tentunya ada adegan, tokoh, dan visualisasi yang dibuat seenak udelnya frank miller. nah film 300, dibuat berdasarkan komik tersebut. jadi, sangat tidak adil dan konyol sekali bila, 300 yang jelas-jelas dari awal sudah dipublikasikan sebagai film yang diadaptasi dari komik dan bukan mengenai sejarah asli pertempuran thermopylae dinilai dari unsur sejarahnya.

ya begitulah... kalau mau adil, nilailah dari keberhasilannya menghidupkan frame2 komik itu ke layar lebar. kenapa? karena itu memang tujuan awal film itu. dan tim tersebut berhasil.. sangat berhasil malah.. jangan sampai tak ada penghargaan terhadap hal tersebut.

oh ya, snyder kabarnya mau membuat remake escape from new york, dengan bintang....gerard?? wah ha ha

January 23, 2007

blood diamond

hari senen kemaren seperti biasa dengan semangat menggebu walopun belom sempet tidur, gw nomatt!!! sebenernya ga terlalu ngaruh, dan ga harus hari senen lagi untuk bisa nonton murah hari gini. seperti post gw sebelumnya, bioskop pada penyesuaian harga semua. tapi lumayan, sekarang kalo hari senen, cibubur maupun semanggi bisa dijabanin dengan harga 15 rebu ajja..ajja..ajja

setelah merayakan euforia tarif ilustrasi yang naik di salah satu company, gw beserta asisten dan manajer gw nontonlah di cibubur junction. deket dari depok dan dengan dolby digital bo!, dengan list film yang main kali ini, jelas maksudnya adalah nonton Blood Diamond. sebenarnya sempet pengen ke citos untuk nekat nonton sekaligus top waiting list film bulan ini, the illusionist n blood diamond. tapi ya karena faktor blom tidur tadi, yah sudah yang satu ngalah saja... mungkin besok kita menemui bung edward norton.

mengenai film blood diamond sendiri, cukup heran juga karena ga masuk 5 besar di golden globe, berhubung ni film jauh di luar dugaan gw sangat bagus sekali. gw sendiri sedang berfikir memberi film ini 5 stars. tapi mungkin cukup 4.5 aja, berhubung babel yang penyutradaraannya sangat menonjol udah gw masukin ke list 4.5 stars movies.

Tapi terus terang film ini kuat sekali, selain pentrudaraan, cinematografi dan penataan adegan aksi serta ledakannya luar biasa, di atas itu semua karakter yang terbangun dari 3 tokoh utama. archer (leo) solomon (djimon) madden (connely) sangat luar biasa. kalo dulu gw masih agak ragu sama chance leo untuk meraih oscar, nampaknya sekarang gw harus dukung dia, luar biasa, pendalamannya. tapi favorit gw di film ini adalah djimon hounsou, gila!! dengan karakter nelayan lusuh, si negro yang biasa keren itu begitu dapat menonjolkan kesederhanaan yang membuatnya berhasil menjadi just another african man. trus terang film ini bagus dari semua sisi.

walopun  hampir ga masuk nominasi apapun di golden globe kemaren tapi sudah terbukti bahwa di ajang oscar, film ini malah mampu meraih cukup banyak nominasi yaitu yang jelas 2 orang tadi leo-lead actor, djimon-supporting actor. selain itu blood diamond meraih nominasi di editing, sound editing dan sound mixing. cukup luar biasa

ulasan dan prediksi oscar akan kita bahas nanti, tapi saran saya kalau senggang minggu-minggu ini, anda wajib nonton blood diamond dan the illusionist, oya the illusionist juga masuk nominasi sebagai best cinematography

enjoy this week with amazing movie

January 19, 2007

mau lihat festival aneh?? FFI lah tujuan kita...

pertama... selain bukan festival (karena ga ada acara festivalnya..cuma penganugerahan kan?) nah FFI yang baru 3x diadakan lagi sejak 12 tahun absen ternyata mulai bermutasi jadi ajang lawakan. yah itu, biar kita semua ketawa melihat atau mendengar hasil penjurian mereka.   mari.......

HAHHAHAHAHAHAHA....HAAH!!!! SHIT!!!

udah dengar kalo ekskul jadi film terbaik FFI... tampar pantatlu.. yeah it's real man. ekskul yang telah jelas memuat cerita basi nan hiperbolik itu dibilang memuat pesan moral dan ide orisinil yang ga ditampilkan oleh film2 saingannya.. he..??

dan tau apa keunggulan ekskul menurut juri-juri berpengalaman tapi merendahkan diri mereka sendiri dengan keputusan ini? mereka bilang ekskul berdampak baik untuk pelajaran bagi masyarakat.. what theff... emang film harus punya pelajaran kah?? emang mereka di situ.. didaulat jadi dewan juri untuk menjudging mana yang memberi dampak positif atau negatif buat masyarakatkah? mencoba mengatakan kalo mereka tau mana yang baik dan buruk buat masyarakat?? what?? hal ini juga yang mendasari berbagi suami dibilang film bagus tapi ga punya misi... pertanyaan gw, haruskah film punya misi yang gamblang? tidak bisakah film hanya memaparkan saja? karena penonton toh punya otak untuk mengambil apapun yang ingin mereka ambil dari film itu.

ekskul yang nyata-nyata telah mengcopy paste score dari film tae guk gi, munich jadi film terbaik FFI yang katanya apresiasi tertinggi bidang perfilman.. mana ember gw mau muntah!! mendingan habis ini, kita bangsa indonesia merahasiakan hal ini kepada dunia luar, karena apa?? karena gw ga bisa ngebayangin kalo tuh orang-orang film yang bikin score film2 yang dijiplak ekskul tadi nonton film ini dan mendapati kenyataan super lucu kalo film itu menjuarai...menjuarai saudara..saudara festival film indonesia (yang kayaknya dianggap lambang penghargaan tertinggi bidang perfilman di indonesia  berdasarkan kualitas) buset.. maluuuuuu

mau tau pembelaan juri-juri aneh tadi, kenapa aneh, ya iya dong. mereka-mereka ini kan budayawan indonesia yang karya-karyanya bisa ditemukan di mana saja, buku, artikel, kritisi dll. tapi kok bisa wawasan filmnya ternyata dangkal. lho kalo ga dangkal bisa-bisanya ga tau kalo ada score yang ngejiplak.. itu dari munich bo, nominasi oscar tahun lalu, dan besutan stephen spielberg sang sutradara nomor 1 di dunia. perasaan itu film wajib tonton deh.. kalo munich aja ga ditonton gimana film lain, trus kalo gitu, tau apa bapak2 juri2 ini soal film buseeettt!!! budayawan bukan berarti pengamat film pak!!!

setelah kasus penjiplakan itu terungkap, noorca dan remy yang paling senang melontarkan komentar untuk merendahkan diri sendiri karena kebodohan dan kedangkalan komentar mereka mengatakan bahwa kalaupun ekskul memiliki unsur jiplakan dalam score, mereka ga salah, karena tugas mereka hanya menonton dan menilai tidak berdasarkan apa-apa. trus kalopun itu jiplakan di buku pedoman tidak diatur tentang hal tersebut, lagipula (ini bomnya) kalopun scorenya jiplak, itu ga ngaruh ke penilaian, kami tetap memilih ekskul berdasarkan cerita...wah..wah...

yang kita dengar di atas adalah pembenaran terbodoh yang dibuat katanya oleh budayawan2 berwawasan tinggi

HAHAHAHAHAHA... HAAAH!!!SHIT!!

sekarang ya pak!! itu sama saja anda tidak menganggap penting adanya score di sebuah film, bagaimana mungkin score tidak mempengaruhi penilaian. sadar ga pak, kalo keputusan untuk menjadikan ekskul film terbaik juga pasti dipengaruhi oleh adanya score-score jiplakan itu?? lalu kenapa gw bilang pembenaran, ya jelas dong! mereka itu kan cuma ga mau malu karena ternyata terbukti wawasan mereka tentang perkembangan film ternyata cetek, kok bisa ngejiplak film tenar kayak gitu ga ngeh. mereka cuma mau cuci tangan dengan mengatakan bahwa score jadi ga ngaruh dan juri tugasnya hanya melihat dan menilai saja karena tim seleksi sudah memilih terlebih dahulu... jangan menyalahkan (walaupun memang salah) tim seleksi awal saja pak.. yang terpenting itu anda.  andalah ujung tombak penjurian, yang dianggap paling layak menilai, bagaimana mungkin sesuatu film yang sudah kotor karena unsur jiplakan bisa tetap anda nobatkan sebagai film terbaik. cukup bilang ya saya awalnya tidak tahu kalau scorenya ternyata menjiplak. kalau saya tau dari awal mungkin penilaian saya berbeda, nah itukan berani mengaku salah.

yang paling top lagi, remy silado di acara tika panggabean bilang, lho kalo masalah plagiat, lagu indonesia raya, ibu kita kartini juga plagiat, sembari membeberkan track record dia dalam menulis artikel di kompas mengenai hal itu... nah itu lah pak!!! sekarang pertanyaannya apa maksud bapak dengan berbicara seperti itu, berarti mengamini bahwa sah-sah saja bahwa dari sebuah film boleh saja mengandung unsur jiplakan atau copy paste begitu??? ini bukannya mencegah supaya tak terulang lagi malah dengan bangga ngomong kalo plagiat sudah biasa di indonesia.

mereka juga mempertanyakan apakah score itu sudah 8 bar sama persis apa belum sehingga sudah bisa dituduh sebagai plagiat.. ya ampuuuunnnn!!! bukan itu masalahnya pak dewan juri, masalah legalitas itu tidak penting, itu hanya salah satu lagi masalah yang memang harus anda hadapi dengan pihak recording. tapi bagi film indonesia pak.. bagi film indonesia kesanlah yang terpenting. ga peduli hanya satu bar saja, tapi kalo sudah sangat jelas kalau itu meniru dari orang lain, mau ditaroh di mana muka perfilman indonesia. ya itu tadi lebih baik dirahasiakan saja dari dunia luar mengenai festival joking ini.

yahhh permasalahannya adalah bukan protes terhadap gobloknya penjurian saja, tapi juga sistem perfilman yang harus dirombak seperti tuntutan MPI, mereka2 lah yang sangat memperhatikan perkembangan film indonesia, merekalah (bukan sophan sophiaan si arogan sok bijak tapi dangkal) itu yang berkendara langsung di dunia perfilman indonesia sekarang. nia dinata dengan arisan dan berbagi suaminya, joko anwar dengan janji joninya, riri riza dengan gie dan petualangan sherinanya, rudi sudjarwo dengan AADC, 9 naga, mengejar mataharinya lah orang-orang yang paling menaruh perhatian terhadap arah perkembangan film kita. dan jangan kira masyarakat umum seperti saya tidak sadar dengan penurunan kualitas yang sedang terjadi di dunia film dan sinetron kita....

untuk dunia sinetron bagi saya telah mencapai mosi tidak percaya, artinya apapun sinetron yang dibuat untuk pertelevisian indonesia pasti sudah tak bisa diharapkan, ini terjadi karena begitu banyaknya sinetron rendah, tak berkualitas yang memenuhi layar kaca, nah dunia film juga sudah mulai dipenuhi film film tolol yang dibuat pihak yang sama dengan pihak yang telah menghancurkan dunia persinetronan di indonesia tadi..

oleh karena itu saran saya untuk sementara ini, jangan tonton terus film indonesia.. dalam artian kita harus banyak membaca referensi perfilman dari majalah2 film, internet dan berdasarkan referensi film2 sebelumnya sudah saatnya mulai untuk tidak langsung menonton film indonesia yang keluar, tapi dengan cara memprediksikan dulu film itu, siapa sutradaranya, siapa aktornya, siapa juru kameranya, rumah produksi mana yang memproduksinya dll, dengan begitu kita tidak akan salah tonton dan menghadiahi film2 goblok yang seharusnya tidak kita tonton itu perasaan bangga yang juga goblok.

kita juga harus sering melihat film2 yang memenangkan festival di luar negeri, itu membantu kita membentuk standarisasi seperti apa film yang bagus kualitasnya menurut dunia global, karena ga ada artinya kalau kita menilai kalau kita sendiri memiliki standar yang dangkal tentang film mana yang baik dan murahan

tulisan penuh dahak penyakitan ini adalah bentuk penyesalan sedalam-dalamnya terhadap perkembangan tak tentu arah dari perfilman indonesia. film adalah bentuk ekspresi yang akan ada sepanjang jaman. saatnya kita memandang serius perkembangan kualitas film yang negeri ini hasilkan,, oh ya rombak LSF lama itu... niko berjuanglah man!!lu dan temen2lulah yang memiliki potensi memperbaiki ini semua..

January 11, 2007

bioskop turuuuuuunnnn!!!!!

walopun katanya udah sejak 2 hari yang lalu, tapi gw baru sadar kalo sekarang bioskop-bioskop 21 maupun XXI mengalami penyesuaian harga, tapi bukannya naik saudara-saudara, cineplex kita ini malah secara relatif menurunkan hampir semua htm bioskopnya.. hip..hip huraaa!!!

bayangin dong, sekarang nonton di TIM 21 yang walopun bioskop bangkot tapi memiliki sound yang okay cuma 10 ribu setiap senen-jumat GILAA!!! berarti kalo dari depok cuma 13 ribu ama tiket keretanya (kalo beli tiket - lho??) berarti bedua ama ayank cuma 26 ribu. yang biasanya nonton selaen hari senen di TIM perlu 46 ribu berdua sekarang cuma 26 ribu... hip..hip..hura!!!!

saluut banget nigh buat manajemen cineplex 21, kok bisa ya mereka tau apa yang dipikirin movie freak pas-pasan kayak gw. emang apa yang gw pikirin? lha itu lho... nomat itu jangan hari senen aja, kan selasa sampe jumat juga orang sama sibuknya. dan ternyata seudara-saudara... jreng dibuatlah sistem di mana senen tetep nomat, tapi selasa-jumat harganya menjadi berada di tengah-tengah antara nomat dan normal. seperti contohnya semanggi 21: tadinya normal (selain senen yang kagak libur) 25 ribu dan nomat (senen yang kagak libur) 17,5 ribu sekarang jadi nomat (senen yang kagak libur) 15 ribu, selasa-jumat 20 ribu dan sabtu/minggu/libur tetep 25 ribu..wah..wah ini namanya too good to be true...tadinya.

sekarang jadi kenyataan!!!hahaha!!

apalagi sistem itu diberlakukan di hampir semua bioskop dari mulai anggrek, artha gading, atrium, pim, bintaro, blok m, cibubur, citos, citraland, gading, hollywood, wijaya, dll untuk bioskop yang tadinya htm normalnya memang udah di bawah 25 ribu tetep dengan sistem nomat (senen yang kagak libur) dan gak nomat. atau ada juga yang berubah seperti TIM, kalibata, dan bekasi TC di mana nomatnya jadi senin-jumat sedangkan ga nomat adalah hari sabtu/minggu/libur...

oh ya untuk jenis bioskop XXI (djakarta, gading mal 3, pim2, senayan city dan EX) juga menggunakan sistem seperti anggrek, citos dll tadi. kalo premiere (pim2, senayan city, dan EX) tetep 100 ribu.

ya itu tadi di parade film akhir tahun yang belum selesai ini, gw jadi bisa sedikit bernafas lega, bagaimana tidak blood diamond, children of men, pursuit of happyness, rocky balboa, long road to heavennya kalyana bla..bla..bla.. belum maen kan?? dan kebayang ga film-film musim panas taon depan, busyett!! gw bener-bener bersukur bo..ternyata kaga semua harga taunya naek mulu.

btw cibubur ternyata soundnya dahsyat juga. tadi gw baru nonton pathfinder (agak nyesel juga sih) ceritanya standar abis, mudah ditebak, dan untuk model film jagoan seperti tadi cukup miskin effect visual. mungkin low budget. tapi ada yang aneh di situs 21cineplex dibilang ada ken watanabe maen...padahal entah kelewatan ato gimana mukenye tuh ken watanabe kagak gw liat sepanjang film, di credit title pun tak ada..bah!!! salah tulis kah??

ya wes..ya wes.. tadi emang cuma pengen having fun doang bareng ayank. untuk merayakan mata kuliah semester ini yang "kayaknya" lulus semua..ha..ha..ha alhamdulillah

January 09, 2007

babel

hari senen kemaren adalah hari yang udah gw tunggu-tunggu sejak pulang dari solo hari sabtu. apalagi kalo bukan nomatt!! karena sebelum gw ke solo tanggal 2 jan lalu, babel blom maen satu pun di bioskop jakarta. nah kemaren dengan semangat gerilya gw, bersama ce gw dan partner gw manan bergegas ke semanggi untuk mendapatkan sound yang dahsyat dengan harga dahsyat 17,5 ribu. lumayan kan, pulang bisa makan miho singapur.

ternyata sesuai dugaan, inyaritu (alejandro gonzales inarritu) membuat lagi film dengan penceritaan luar biasa. memang tak perlu nonton film ini kalo berharap adegan seru atau cerita yang rumit bin twistid. tapi dengan alur gamblang itulah kita menyadari bahwa setiap adegan itulah klimaksnya, semua digarap sebagai sebuah alur sempurna dengan penggambaran karakter manusia dan adegan-adegan realistis yang digarap super telaten. coba dengar scorenya, gila!! itulah intinya score yang tak berlebihan namun mengisi secara sinkron adegan visual sehingga menghasilkan scene-scene spectacular.

nilai plus adalah dari cara inyarritu menggambarkan karakteristik negara-negara yang berbeda yang menjadi setting film (maroko, US, meksiko) dengan waktu terbatas, keunikan, kultur dan gaya hidup suatu tempat pada suatu negara dapat dibingkai dengan elegan. coba perhatikan audio visual saat santiago (gael garcia bernal) menjemput amelia lalu menuju ke meksiko, scorenya luar biasa. lihat juga adegan penyelamatan cate blanchett dengan helicopter, juga adegan makan bersama keluarga abdullah di rumah batunya, dan yang paling utama adalah adegan saat Chieko si gadis bisu tuli itu sedang "menikmati" dugemnya di klab wah..wah..

inyarritu yang memang telah begitu bagus menyutradarai 21 grams telah mengentalkan keunikan gayanya dan menjadikannya salah satu sutradara yang berkualitas dan diakui dunia. festival Cannes telah lebih dahulu mengganjarnya dengan best director untuk film ini. sedangkan untuk golden globe, 7 nominasinya (termasuk best movie drama, best supporting actress, best supporting actor, best score, best screenplay) masih akan bersaing dengan film-film kuat lainnya, kita tunggu.

December 27, 2006

tuan-tuan abu-abu angkuh

Terkadang, seperti tak terkontrol
Hawa hampa mulai memijat kening
Pandangan seperti tembok monoton
Gambar-gambar masalah duniawi
Keheningan yang bergerombol ribut

Terkadang tak cukup hanya melihat
Nyala lampu, gelap malam tak ada bedanya
Beban otak yang bergerak
Terlalu berdenyut seperti mesin
Mengikis kasar kemampuan tidur

Kalau tak cukup membayangkan, rasakan momen terpanik
Saat tak mengerti rasanya, buka kenangan tersedih

Tapi kelebihannya, tak hanya satu ritme
Penjalarannya bertubi-tubi
Memupus optimisme, menimbun antusiasme
Empuk kasur membuat pegal
Indah keteraturan tak membantu

Bersalah tapi tak jahat
Mungkin hanya dalam pikiran
Karena bila dirangkum
Setiap detik ternyata sangat berarti
Dan orang selalu bisa mulai lagi

Cerita sempurna yang menjemukan
Keharusan yang egois dan arogan
Akan tiba saat tembok monoton runtuh
Dan semua harus memaklumi sebabnya
Karena keunikan selalu berubah
Mengikuti akal logika yang makin terasah

Hingga makhluk-makhluk saling toleransi
Terhadap baik dan buruk yang sebenarnya
Meninggalkan penilaian sombong mereka
Dengan bersandar pada pemahaman karma

Kalau tak cukup membayangkan, pikirkan keramahan murni
Saat tak mengerti, buka khayalan damai terindah

Di sana tak akan terlihat
Tuan-tuan abu-abu angkuh

melihatmu dari luar

melihat bagaimana beratmu meringankan bumiku
akupun tersenyum penuh kelengangan
di semua hamparan benda dan dunianya
kau mengiris satu ruang untukku
hanya cukup untuk segala yang kuinginkan

kupuja semua gram keberadaanmu
mengisi gelas takar pengalaman
memberi angka timbangan dapur mutu hidup
menjadi esensi yang khas
pada semua setapakku

tak ada pendamping sepertimu
yang mendampingi apapun dari diriku
yang berdiam namun berpendapat
yang bersamaku menyapu daun lebat
pada jalan yang tersembunyi

Kau adalah sosok biasa
yang biasa karena teristimewa
padamu, istimewa adalah biasa
seperti pohon tua di rimba amazon
seperti kurma di tanah arab
kau sepenuhnya istimewa
cukup di satu ruang itu
di mana hanya ada aku di situ

tapi aku akan selalu menjadi orang itu
yang jauh ke arab demi kurmanya
yang mencari hijau sejati pohon amazon
walau akulah tanah tempat keduanya tumbuh
tak akan aku menganggapmu biasa
hanya karena kita satu dunia
karena kau padatan keistimewaan
yang biasa di luar sana

padaku,
kau tak utuh
atom-atom istimewamu
berterbangan mengelilingiku
aku teman segelembungmu
yang selalu melihatmu dari luar...

dee

beberapa bulan ini, ada satu keinginan yang blom terpenuhi, cuma bukan gw yang bisa menuhi keinginan (ke-penasaran-an) itu. makanya perasaan bangsatlah yang menghinggapi (ya persis rasa 'jamu rasa bangsat' yang dikasi ibu Sati ke Etra-emang kayak apa rasanya?-) yaitu...ya..itu, BACA SUPERNOVA 2.3... shit, dee lama banget, untung di antara petir dan edisi selanjutnya ini (partikel or gelombang) ada filosofi kopi dari gagas. cukup lah mengobati dehidrasi gw. CUKUP LHO..CUKUP... dasarnya emang gw lebih gatel pengen tahu tentang apa seh kelanjutan supernova (really infected with supernova), kemana diva (yang paling penting sapa diva itu sebenarnya?jangan-jangan alien lagi) kelanjutan Bonk..Pret...bonk..pret..tempe bongpret!!!, trus jadi ketemu ga tuh Bodhi ama Etra. wah..wah..dee..dee..wah..wah

Tapi ngomong-ngomong soal dee, gw sebenernya pernah sebel banget ni. masa dia ada bedah buku di margo city depok dalam rangka temu pengarang gagas. sampe sehari sebelum hari H itu jadwal masih jam 7 malem,, KAGAK TAUNYEE... jam 7 gw dateng, atrium tuh margo udah di pel aja, kursi-kursi (yang kayaknya bekas bedah buku tersebut) udah ditumpuk..bah..apa pula ini!! begitu gw ngeliat banner promosionalnya.. busett bo.. tulisan jam 7 itu dicoret gede-gede pake spidol item diganti jam 2 siang..anjriiieeettt!!! gw langsung kayak orang disuruh ujian kalkulus gitu...ngongo!! mana gw udah bawa supernova 1, 2.1, 2.2 plus filosofi kopi buat dimeriahi tanda tangan & sedikit cuap-cuap dee dengan tulisan "buat rangga" oya plus digicam buat foto bareng idola gw itu..ternyata cuma satpam margo doang yang gw temui. yang terparah pas gw nanya ke mbak-mbak informasi, jawabannya: wah tadi deenya ada kok mas..wara-wiri (keadaan di mana MUNGKIN minta foto bareng 10 jepretan akan cukup mudah) plus embel-embel: tadi mbak deenya cakep lho mas, makanya beli aja bukunya.. BUSEETTT dah, mbak ngapain juga saya dateng malem-malem kalo kagak ngefans ama bukunya..dasar!! lagian saya kagum ama tulisannya, pemikirannya,, bukan mukanya, tapi emang dee juga cakep seh (itu yang namanya coincidence..ato krim di atas cake?? -apaan seh-?)

yang jelas gw gontai malem itu untunglah gw ditemenin ce gw yang ngebujuk mau neleponin dee (hah??tau nomornya emang yank?) buat protes. tau selanjutnya apa? gw turun ke GIANT di basement dan beli container, sayang lagi diskon, lumayan buat buku-buku yang udah kagak kepake. (lho??) jadi ya malam itu, dee idola gw itu nyuruh gw ke GIANT buat beli container, mungkin dari dunia paralel sana, dia dapet bisikan kalo buku2 gw udah perlu wadah... hoahm!!